Sky Lover

Thursday, November 10, 2011

Kau Belum Mati di Hatiku




Musim hujan 15 tahun lalu.
Tak banyak kutahu tentangmu. Hanya potongan kisah pecah belah. Itupun buah dari menguping obrolan orang dewasa di sudut surau. Kurasa orang dewasa banyak yang mengagumimu. Bahwa kau adalah putri dari seorang yang hebat. Bahwa kau sendiri hebat. Ibumu, kakekmu, bahkan suamimu, adalah orang hebat. Lalu aku tertarik untuk memperhatikanmu.

Musim hujan 10 tahun lalu.
Aku mulai mengerti tentang kemuliaanmu. Bahkan dengan akal dangkal, sudah dapat kupahami bahwa kau lebih DARI pantas untuk dicintai. Kau, satu dari berjuta wanita yang sepatutnya kujadikan cermin. Ya, sejak itu aku mulai mencintaimu.

Musim hujan lima tahun lalu.
Kau mulai menghiasi tingkah lakuku. Aku benar-benar ingin menjadi sepertimu. Kau teladan terbaik bagi seluruh wanita di muka bumi. Darimu, aku belajar tentang berhijab dengan syariat. Darimu, aku belajar menjaga harga diri dan hati. Kau, mampu melakoni banyak peran dengan sempurna. Kau, Fatimah Az-Zahra, putri manusia pembawa cahaya, Muhammad saw.

Musim hujan tahun ini.
Aku hampir lupa tentangmu. Tak lagi kau kujadikan cermin. Tak lagi kau menghiasi tingkah lakuku. Aku kini disibukkan dengan obrolan-obrolan picisan. Aku lalai menjaga hati. Akhh, sosokku kini terlalu busuk untuk diungkapkan dalam kata. 

Fatimah Az-zahra ra. Lima, sepuluh, bahkan lima belas tahun lalu, aroma kemuliaanmu masih lekat di udaraku. Tapi kini debu-debu fatamorgana telah menghapus sebagian aromamu disini. Aku kalang kabut. Kau semakin usang di pernapasanku. Aku.. entahlah seburuk apa aku kali ini. 

Hujan hari ini.
Hujan hari ini terasa begitu keras membentur ubun-ubun. Ah, jika bisa kutemukan kau di antara hujan, maka akan kuminta Allah menurunkannya lebih lama. Agar bisa ku perhatikan kembali detail tingkahmu. Agar hidup kembali cintaku padamu.

Kau belum mati di hatiku, Wahai Fatimah! Aku hanya terlalu dalam menimbunmu. Entah detik ini, menit ini, jam ini, hari ini, entah kapan.. aku berjanji (InsyaAllah),  kau akan kembali mengharumi segala sudut kehidupanku.

Kau terjamin masuk surga.
Berarti kau tahu jalan menuju sana, bukan?
Untuk itulah aku menuruti jalanmu.
Kuharap aku menjadi bagianmu kelak.
aamiin.

Monday, August 15, 2011

Sekedar Bertanya Kabar



Bismillahirrahmaanirrahiim.
Kayaknya akan lebih baik kalau tulisan ini diawali dengan menyimak sabda manusia terindah sepanjang sejarah: Muhammad salallahu alaihi wasalam, di bawah ini.
“Maukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada salat dan saum?” Sahabat menjawab, “Tentu saja!” Rasulullah pun kemudian menjelaskan, “Engkau damaikan yang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan ukhuwah di antara mereka, (semua itu) adalah amal saleh yang besar pahalanya. Barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali persaudaraan” (H.R. Bukhari-Muslim).
 atau perkataan indah di bawah ini:
“Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya segala apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri berupa kebaikan”. [HR. Bukhari-Muslim]. 

Sunday, July 31, 2011

Gadis Kecil Luar Biasa


Subuh ini aku bergegas. Dengan dibalut kaos belel putih, rok jeans hitam, dan jilbab abu-abu, aku segera meluncur menuju sebuah tempat, rumah sakit.

Baru saja Ibuku di luar kota menelepon. Memintaku bertakziyah pada tetangga yang katanya meninggal pas adzan subuh barusan. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit aku membayangkan banyak hal. Ya Allah, berita kematian selalu menjadi pengingat paling manjur akan dosa-dosa, lirihku dalam hati.

Sesampainya di rumah sakit, tepatnya di salah satu kamar, -seperti yang kubayangkan sebelumnya- setiap orang tampak sekali menyemat duka. Kutatap sekeliling kamar. Hening. Hanya ada ayat-ayat AlQuran terlantun dari bibir-bibir keluarga almarhumah yang tengah berkumpul di sofa tamu, di sebelah ranjang pasien. 

Thursday, July 21, 2011

Radio MQ FM. 21 July.

Yang paling berbahaya bukanlah dosa orang lain, melainkan dosa kita sendiri.
Yang membuat celaka bukanlah perbuatan orang lain, melainkan perbuatan kita sendiri.
Lantas mengapa kita masih sibuk mengurusi perbuatan dan dosa orang lain?

Monday, July 4, 2011

Ali dan Fatimah

Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya. Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya.

Wednesday, June 29, 2011

1 Banding 34

Satu tahun yang lalu, saya membaca serangkai kata-kata cantik yang dituliskan seorang mahasiswa ITB. Kira-kira begini intisarinya:

Setiap satu orang mahasiswa ITB pada hakikatnya punya utang pada rakyat. Jumlah utang yang harus dibayar adalah sejumlah pesaing yang tersisih pada saat ia diterima di salah satu program studi di ITB. Tidakkah Anda berpikir seperti apa nasib pesaing-pesaing yang gugur itu saat ini? Masih berkesempatan kah mereka mengecap bangku kuliah? Masih berkesempatan kah mereka mendapat pekerjaan yang layak setelah kuliah?

Tuesday, June 21, 2011

Makanya, Senyum Dong!

subhanallah! Ni anak lucu banget sih. Gemessss >.<


Dialog saya dengan Ibu penjual Ayam Penyet di Dago, Bandung (sayangnya, saya belum nanya nama si ibu itu siapa. Hiks):


Ibu     : Neng teh kuliah di UNPAD ya?
Saya   : Bukan, Bu. Saya mah kuliah di ITB. Kemarin kan ibu udah nanya sama saya.
Ibu     : Oh iya ya. Lupa. Ibu kira Neng kuliah di UNPAD, soalnya Neng mah CERIA.